Iklan

Iklan

,

Iklan

Jailani Akademisi Menyikapi Isu Lawan Kotak Kosong : Pilkada Aceh Tamiang Kali Ini Krisis Pemimpin

Redaksi
29 Agu 2024, 12:57 WIB Last Updated 2024-08-29T05:57:59Z

SUARAACEH.ID - Para petinggi elite Partai Politik baik Partai Lokal maupun Partai Nasional dinilai tidak berani menampilkan sosok kader yang mumpuni dari hasil kaderisasi selama ini untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 mendatang.

” Jika benar isu yang berkembang hanya satu pasangan calon saja yang maju dalam Pilkada Aceh Tamiang. Itu artinya kemunduran bagi demokrasi yang ada di kabupaten Aceh tamiang ". Ujar Jailani.

Sejarah beberpa kali kita pilkada di daerah sebelum nya timbul beberapa calon bupati dan wakil bupati,sampai sampai masuk ke putaran kedua, Disitulah masyarakat puas dengan pilihan mereka mana yg terbaik yang dianggap masyarakat. Tambahnya.

Dengan isu hampir semua partai lokal dan parnas mendukung ke satu calon saja, Dapat diartikan partai tidak berhasil membina dan mendidik kaderisasi dari partainya itu sendiri.

Disini para petinggi elit partai politik di kabupaten Aceh tamiang tidak berani atau tidak mampu memberikan pilihan terhadap masyarakat aceh Tamiang.

” Kondisi seperti ini sangat di sayangkan, seharusnya semakin banyak calon maka semakin banyak gagasan-gagasan yang akan di suguhkan untuk membangun Aceh tamiang oleh masing-masing calon,” Tegasnya.

Dengan jumlah penduduk Aceh Tamiang 300 ribu lebih jiwa serta 9 partai pemenang pemilu 2024 dengan 35 kursi DPRK, sangat disayangkan kalau ini terjadi berkumpul di salah satu kandidat saja.

" Kita berharap kedepannya kita mendapatkan kader kader yang berani dan mumpuni untuk membangun aceh tamiang yang mempunyai jiwa jiwa petarung, Pesan kita nantinya harus jaga persatuan, kerukunan , persaudaraan dan kekeluargaan ". Tutupnya.

Iklan