Iklan

Iklan

,

Iklan

Garang Angkat Suara : Kegagalan Membangun Koalisi Politik, Bukan Bagian Dari Penjegalan Kandidat

Redaksi
29 Agu 2024, 21:07 WIB Last Updated 2024-08-29T14:07:22Z
Muhamad Ody | Juru Bicara LSM GARANG (Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang) 

SUARAACEH.ID - Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang ( GARANG) ikut angkat suara persoalan yang kini sedang hangat di perbincangkan persoalan lawan Kotak kosong pada Pilkada Serentak Tahun 2024 mendatang.

Pesta Demokrasi terbesar di Indonesia akan kembali di laksanakan dengan rincian Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 sebanyak 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota yang akan melakukan pencoblosan pada 27 November 2024.

Meski tahapan Pemungutan suara atau pungut hitung cenderung masih lumayan lama namun tahapan Pilkada Serentak sudah berjalan dan untuk pencalonan kandidat dimulai pada 27 - 29 Agustus 2024.

Muhammad Ody Juru bicara LSM Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang ( GARANG) menyampaikan Tentu dalam proses ini seluruh kekuatan mesin Politik yang sudah bertempur secara maksimal di Pilpres dan pileg lalu akan kembali di panaskan untuk ikut meramaikan satu pertarungan politik terbesar di akhir tahun 2024 ini.

" Semua partai politik pada prinsipnya punya Kader, Ideologi , Stategi Politik dan Loyalis dan tentu cara pandang pembangunan untuk mendistribusikan Kesejahteraan dan keadilan untuk Rakyat dan masa depan Demokasi di Indonesia " . Ujar Ody.

Dalam perjalanan kandidasi Bakal Calon Kepala Daerah di seluruh Wilayah dan tingkatkan tentu memiliki proses yang juga bervariasi mulai dari dinamika politik yang berubah-ubah, Tarik ulur komposisi dan rekomendasi untuk maju dan memenangkan hati rakyat. Tambahnya.

Ody menegaskan Dalam posisi ini tentu kematangan , kapasitas, Garantor, Mentor , momentum dan insting politik akan menjadi bagian paling penting untuk menghasilkan satu Rekomendasi Partai dan juga melahirkan Koalisi politik yang kokoh dalam mengusung calon kepala Daerah.

Dilanjutkannya tentu proses ini akan banyak menghasilkan senyuman dan air mata ,semua tak lepas dari peran juru runding atau Garantor dalam mengakomodir kepentingan politik yang bersifat dinamis dan berbeda dalam setiap pilkada tentu Ada pihak yang Bahagia karena mampu mengusung Kandidat dan membangun Koalisi dan tentu ada pihak yang belum mampu membangun Koalisi karena iklim politik yang selalu berubah -ubah menyesuaikan dengan cuaca kekinian.

Jadi kesuksesan dan kegagalan dalam mengusung kandidat atau membangun Koalisi politik itu bukan bagian dari penjegalan kekuasaan atau gangguan pihak lain. Pungkasnya.

Dan atau antara satu kandidat dan kandidat lainnya tapi harus bisa di artikan sebagai konsekuensi politik Indonesia yang tak menentu dan cenderung berubah. Tutup Ody.

Iklan