![]() |
| Husni Mubaraq Sekjen ProJo Aceh Tamiang (Kiri) Uden Ks Belakang Sekjen ProJo Aceh (Kanan) |
Sekjen ProJo Aceh Uden Ks Untuk sampai sejauh ini kami dari ProJo Aceh belum ada mengarah kepada siapapun, kami akan melakukan konsolidasi atau musyawarah untuk dapat mengambil sebuah keputusan kemena arah gerbong ProJo itu sendiri, yang pasti kami akan mendukung calon yang dapat memenangkan pertandingan.
Uden Ks menyampaikan pertarungan Pilkada ini bukan hanya persoalan tentang Popularitas dan Elektabilitas saja, tetapi juga kapasitas, yang selama ini ditonjolkan adalah lebih ke arah Populisme. Ini penting untuk mencari Pemimpin Aceh yang memiliki kapasitas dan Integritas yang jelas serta paham kekhususan Aceh ,” Pungkasnya.
Pandangan mantan Aktivis 98 Uden Ks melihat kondisi hari ini para calon di sibukkan elite saja , tanpa pernah memikir rakyat bawah yg punya suara , dalam potret ini kami menafsir akan terjadi dagang suara lagi di menjelang hari dan kalau ini terjadi pasti perubahan aceh lebih maju kedepan sangat jauh dari harapan kita.
" Kalau kita mau lihat di pilkada Tingkat 2 pilkada bupati Aceh Tamiang contohnya juga begitu , rakyat bawah ( akar rumput terabaikan ) seolah-olah akar rumput nanti aja hari H kita datangi untuk di beli , saya sebagai seorang aktivis melihat kondisi seperti itu saya sangat miris ". Tegasnya. Senin (20/05/2024).
Kalau pola mainnya itu terjadi kembali setiap untuk jadi Legislatif harus beli suara Eksekutif juga harus beli suara maka dapat dipastikan Aceh pada umumnya, Aceh Tamiang khususnya tidak akan pernah dapat berubah menjadi lebih baik. Ujarnya.
Masih dengan yang sama " Mereka berfikir dengan pola main seperti itu mereka bisa memenangkan kompetisi pilkada nantinya, itu salah besar, karena yang mereka butuhkan adalah suara dari kalangan masyarakat bawah bukan kalangan elite ".
Harapan saya mudah-mudahan ada calon sosok pemimpin yang akan dipilih rakyat bukan tentang proses jual beli suara rakyat , tapi pemimpin yang betul-betul pilihan dari rakyat, tetapi dengan ciri-ciri yang terjadi sekarang nampaknya pemenangnya adalah mereka yang membeli suara rakyat. Pungkasnya.
Lanjut ditambahkan menurut pandangan Husni Mubaraq yang juga merupakan mantan Aktivis dan seorang akademisi serta sebagai Sekjen ProJo Aceh Tamiang menilai bahwasanya minimnya publik figur di Kabupaten Aceh Tamiang.
" Kalau kita melihat para kandidat yang muncul sama sekali belum begitu dikenal masyarakat sekupan masyarakat Aceh Tamiang itu sendiri, kalau hal ini terjadi terus menerus dampaknya akan rusak secara politik,sementara hasil yang ingin kita tahu pemimpin yang akan datang itu dari pada sosok figur dan tokoh yang semestinya dari tamiang orang tamiang yang dianggap mampu untuk membangun tamiang. " Ujar Husni.
Tapi menjelang waktu ini mungkin bulan Agustus baru mulai pendaftaran, tapi hal itu belum ada kita lihat, karena memang kita lihat saat ini mainnya sudah main hanya kelas elite politik saja tidak lagi berfikir dikenal atau tidak dikenalnya seorang pemimpin oleh masyarakat. Masih Husni.
Jadi saya kira kalau seperti ini kedepannya hilanglah aktor-aktor politik tokoh-tokoh politik dan para aktivis itu tidak akan berpengaruh lagi di mata masyarakat dan harapan memang bagaimana pemimpin tamiang ini lahir yang emang di kenal orang tamiang masyarakat pada umumnya, dan memang pun di anggap layak dan pantas bukan hanya sebatas money politik seolah-olah siapa yang lebih banyak uang nya maka itu pemenangnya, dan kalau seperti ini mungkin hadir sosok figur pemimpin yang tidak akan berfikir untuk masyarakat kedepannya. Tutupnya.

