Dr. Irwan Saputra, S.Kep, MKM
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran USK
”Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An Nisaa: 29)
SUARAACEH.ID - Dalam menghadapi percepatan globalisasi yang semakin maju, saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan yang serius terhadap kesehatan. Kendati perihal rokok dan merokok merupakan masalah yang selalu di perbincangkan di dunia terutama di Indonesia. Jum'at, (31/05/2024).
Indonesia menjadi negara Asia persentase perokok pria tertinggi di dunia. berdasarkan data dari World of Statistic, Indoensia memiliki persentase perokok pria tertingi dengan 70,5%. Hal yang terpenting masalah pertarungan ekonomi politik yang berkaitan erat antara komunikasi dan media, sehingga issue rokok telah membelah Indonesia dalam dua aspek yang mana tembakau masih menuai pro dan kontra baik terhadap regulasi maupun terhadap kelompok yang adiktif yang sangat membahayakan kesehatan.
Hasil survey dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 yang di konfirmasi oleh World of Statistic mengatakan bahwa persentase jumlah perokok pria dari seluruh negara, bahkan dalam dekade terakhir, jumlah perokok dewasa di Indonesia terus meningkat mencapai 8,8 juta orang, yang mencapai angka 69,1 juta pada tahun 2021. Bukan hanya perokok yang mematikan, melainkan lebih dari 8 juta orang setiap tahun, termasuk sekitar sekitar 1,3 juta orang yang meninggal akibat terpapar asap rokok di sekitar.
Selain masalah rokok yang belum usai, banyak perokok muda mengikuti tren merokok menggunakan rokok elektrik. Banyak anak muda yang awal nya hanya sekedar mencoba karena penasaran, akhirnya mulai menjadi perokok elektrik , sebagian lagi ada yang merasa tidak menantang akhirnya beralih kerokok kofensional.
Rokok Pemicu Penyakit NCD :
Non Commonicable Disease (NCD) atau penyakit tidak menular bukan di sebabkan oleh infeksi melaikan di sebabkan oleh faktor pola hidup yang tidak sehat seperti, perokok, kurangnya aktifitas fisik, obesitas, diet yang tidak sehat, serta mengkonsumsi alkohol secara berlebihan merupakan salah satu faktor penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Lebih dari 70% populasi di dunia meninggal akibat penyakit ini, di antara nya penyakit stroke, jantung, kanker, serta penyakit diabetes mellitus.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengataka sekitar 58 juta total orang meninggal dunia akibat NCD. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor pemicu sejumlah penyakit mengerikan. WHO mengatakan 1,2 juta kematian dini /tahun 65.000 kematian anak-anak terkait perokok pasif, ini artinya anak-anak indonesia banyak yang terppar asap rokok baik dari lingkungan sekitar, keluarga, tempat-tempat umum. Kini penyakit beban penyakit tidak menular di negara-negara berkembang semankin meningkat seperti Indonesia.
Negara yang berpendapatan rendah dan menengah telah melipat gandakan beban penyakit tidak menular. Pengaruh dari perkembangan teknologi yang semakin pesat sangat berdampak terhadap kesehatan dan membuat orang semakin mudah menjangkau sesuatu, baik di rumah, tempat kerja, termasuk juga transportasi yang menghemat tenaga kerja seperti aplikasi online yang hadir dalam hitungan menit, semua itu semua itu berdampak terhadap kesehatan meskipun memudahkan namun jika tidak di sesuaikan dengan kebutuhan atau membiasakan semua aktiftas dengan teknologi meskipun me mudahkan namun tidak sehat dari sudut pandang pengurangan risiko penyakit tidak menular.
Cara yang bisa kita lakukan sehigga terhindar dari penyakit tidak menular antara lain menghindari rokok, melakukan aktifitas fisik, pola hidup sehat, kelola stres serta hidup secara produktif.
Perokok di Aceh Tak Terbendung Kemiskinan merupakan salah satu faktor tingginya angka perokok di aceh. Biaya belanja yang di keluarkan untuk membeli rokok terbesar kedua setelah belanja kebutuhan pokok, seperti beras.
Bagi rumah tangga yang memiliki keluarga perokok menjadi beban ekonomi terhadap keluarganya. Di tengah gempuran rokok elektrik, perokok yang paling tinggi di Aceh adalah kalangan remaja. Pengaruh paparan dari media sosial sehingga ingin tau lebih dalam terhadap iklan rokok terhadap anak sekolah. Lebih dari 50% siswa di Banda Aceh sudah merokok.
Masa remaja merupakan suatu fase dimana masih mencari jadi diri, baik dari pergaulan maupun di setiap komunitas. kurang kepedulian terhadap kesehatan, orang tua perokok, serta kurang nya dukungan keluarga maupaun lingkungan, iklan rokok yang terlihat secara terus menerus serta mudahnya dalam mendapatkan rokok membuat remaja menjadi perokok bahkan ketika masih mengenakan seragam sekolah.
Faktanya anak-anak yang terpapar iklan rokok dan melihat bungkusan rokok baik di rumah maupun sosial media sejak dini akan menjadi calon perokok di masa mendatang jika tidak diberi pengetahuan atau pemahaman akan bahaya merokok sedari kecil serta perhatian khusus dari keluarga.
Mirisnya sekarang ini anak-anak sekolah dasar sudah mulai merokok, dimulai dari terbiasa membeli rokok orang tua serta pengaruh iklat di gadget, membuat anak-anak semakin penasaran. Banyak orang tua yang tidak tahu akan hal ini, di karenakan kebiasaan ini di lakukan di luar rumah.
Budaya tren ngopi sambil merokok sudah menjadi kebiasaan di masyarakat aceh secara luas, secara tidak langsung sudah menjadi tempat ladang lautan asap rokok. Bahkan tempat ngopi sekarang menjadi sasaran banyak orang yang menghabiskan waktu bersama keluarga.
Namun tanpa di sadari dengan paparan asap rokok menjadi bumerang terhadap diri sendiri maupun anak-anak. Padahal ngopi merupakan tempat yang strategis dalam membangun komunikasi selain di tempat kerja.
Penguatan Regulasi KTR :
Kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan kawasan di larang merokok, menjual, atau mempromosikan produk rokok, baik di sekolah, tempat kerja, tempat ibadah maupun tempat umum lainnya. Nyatanya di lapangan masih ada instansi-instansi yang merokok di wilayah kerja. Meskipun sudah adanya qanun provinsi Nanggroe Aceh Darusslam No 4 tahun 2020 terkait kawasan tanpa rokok namun belum sepenuh nya berjalan dengan lancar.
Dinkes Provinsi Aceh mengatakan dari tahun 2023 seluruh daerah yang ada di provinsi aceh memiliki kawasan tanpa rokok. Wamenkes menekankan pengendalian konsumsi rokok melalui KTR mendesak di lakukan di karenakan prevalensi perokok terus meningkat. Penting nya sinergitas dan kolaborasi antar stakeholder dan provider dalam mencapai tujuan bersama yaitu aceh bebas asap rokok.
Untuk tercapai aceh bebas asap rokok Pemko Banda Aceh membuat inovasi yaitu membuat satgas khusus dan soft Launching aplikasi KTR Monitor yang sudah di terapka 200 titik yang meliputu area KTR. Selain itu The Aceh Institute (AI) sebagai delegasi The Union di Aceh telah mendatangani Mou dengan pemko dalam program Healthy City of Banda Aceh melalui peningkatan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok.
Masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting terhadap generasi Aceh bebas Asap rokok. Mengingat Aceh merupakan salah satu provinsi yang menerapkan syariat Islam, sudah seharusnya memperkuat lagi qanun tersebut serta kebijakan-kebijakan yang telah di sepakati bersama.
”Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS. An Nisaa: 29)
SUARAACEH.ID - Dalam menghadapi percepatan globalisasi yang semakin maju, saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan yang serius terhadap kesehatan. Kendati perihal rokok dan merokok merupakan masalah yang selalu di perbincangkan di dunia terutama di Indonesia. Jum'at, (31/05/2024).
Indonesia menjadi negara Asia persentase perokok pria tertinggi di dunia. berdasarkan data dari World of Statistic, Indoensia memiliki persentase perokok pria tertingi dengan 70,5%. Hal yang terpenting masalah pertarungan ekonomi politik yang berkaitan erat antara komunikasi dan media, sehingga issue rokok telah membelah Indonesia dalam dua aspek yang mana tembakau masih menuai pro dan kontra baik terhadap regulasi maupun terhadap kelompok yang adiktif yang sangat membahayakan kesehatan.
Hasil survey dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 yang di konfirmasi oleh World of Statistic mengatakan bahwa persentase jumlah perokok pria dari seluruh negara, bahkan dalam dekade terakhir, jumlah perokok dewasa di Indonesia terus meningkat mencapai 8,8 juta orang, yang mencapai angka 69,1 juta pada tahun 2021. Bukan hanya perokok yang mematikan, melainkan lebih dari 8 juta orang setiap tahun, termasuk sekitar sekitar 1,3 juta orang yang meninggal akibat terpapar asap rokok di sekitar.
Selain masalah rokok yang belum usai, banyak perokok muda mengikuti tren merokok menggunakan rokok elektrik. Banyak anak muda yang awal nya hanya sekedar mencoba karena penasaran, akhirnya mulai menjadi perokok elektrik , sebagian lagi ada yang merasa tidak menantang akhirnya beralih kerokok kofensional.
Rokok Pemicu Penyakit NCD :
Non Commonicable Disease (NCD) atau penyakit tidak menular bukan di sebabkan oleh infeksi melaikan di sebabkan oleh faktor pola hidup yang tidak sehat seperti, perokok, kurangnya aktifitas fisik, obesitas, diet yang tidak sehat, serta mengkonsumsi alkohol secara berlebihan merupakan salah satu faktor penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Lebih dari 70% populasi di dunia meninggal akibat penyakit ini, di antara nya penyakit stroke, jantung, kanker, serta penyakit diabetes mellitus.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengataka sekitar 58 juta total orang meninggal dunia akibat NCD. Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor pemicu sejumlah penyakit mengerikan. WHO mengatakan 1,2 juta kematian dini /tahun 65.000 kematian anak-anak terkait perokok pasif, ini artinya anak-anak indonesia banyak yang terppar asap rokok baik dari lingkungan sekitar, keluarga, tempat-tempat umum. Kini penyakit beban penyakit tidak menular di negara-negara berkembang semankin meningkat seperti Indonesia.
Negara yang berpendapatan rendah dan menengah telah melipat gandakan beban penyakit tidak menular. Pengaruh dari perkembangan teknologi yang semakin pesat sangat berdampak terhadap kesehatan dan membuat orang semakin mudah menjangkau sesuatu, baik di rumah, tempat kerja, termasuk juga transportasi yang menghemat tenaga kerja seperti aplikasi online yang hadir dalam hitungan menit, semua itu semua itu berdampak terhadap kesehatan meskipun memudahkan namun jika tidak di sesuaikan dengan kebutuhan atau membiasakan semua aktiftas dengan teknologi meskipun me mudahkan namun tidak sehat dari sudut pandang pengurangan risiko penyakit tidak menular.
Cara yang bisa kita lakukan sehigga terhindar dari penyakit tidak menular antara lain menghindari rokok, melakukan aktifitas fisik, pola hidup sehat, kelola stres serta hidup secara produktif.
Perokok di Aceh Tak Terbendung Kemiskinan merupakan salah satu faktor tingginya angka perokok di aceh. Biaya belanja yang di keluarkan untuk membeli rokok terbesar kedua setelah belanja kebutuhan pokok, seperti beras.
Bagi rumah tangga yang memiliki keluarga perokok menjadi beban ekonomi terhadap keluarganya. Di tengah gempuran rokok elektrik, perokok yang paling tinggi di Aceh adalah kalangan remaja. Pengaruh paparan dari media sosial sehingga ingin tau lebih dalam terhadap iklan rokok terhadap anak sekolah. Lebih dari 50% siswa di Banda Aceh sudah merokok.
Masa remaja merupakan suatu fase dimana masih mencari jadi diri, baik dari pergaulan maupun di setiap komunitas. kurang kepedulian terhadap kesehatan, orang tua perokok, serta kurang nya dukungan keluarga maupaun lingkungan, iklan rokok yang terlihat secara terus menerus serta mudahnya dalam mendapatkan rokok membuat remaja menjadi perokok bahkan ketika masih mengenakan seragam sekolah.
Faktanya anak-anak yang terpapar iklan rokok dan melihat bungkusan rokok baik di rumah maupun sosial media sejak dini akan menjadi calon perokok di masa mendatang jika tidak diberi pengetahuan atau pemahaman akan bahaya merokok sedari kecil serta perhatian khusus dari keluarga.
Mirisnya sekarang ini anak-anak sekolah dasar sudah mulai merokok, dimulai dari terbiasa membeli rokok orang tua serta pengaruh iklat di gadget, membuat anak-anak semakin penasaran. Banyak orang tua yang tidak tahu akan hal ini, di karenakan kebiasaan ini di lakukan di luar rumah.
Budaya tren ngopi sambil merokok sudah menjadi kebiasaan di masyarakat aceh secara luas, secara tidak langsung sudah menjadi tempat ladang lautan asap rokok. Bahkan tempat ngopi sekarang menjadi sasaran banyak orang yang menghabiskan waktu bersama keluarga.
Namun tanpa di sadari dengan paparan asap rokok menjadi bumerang terhadap diri sendiri maupun anak-anak. Padahal ngopi merupakan tempat yang strategis dalam membangun komunikasi selain di tempat kerja.
Penguatan Regulasi KTR :
Kawasan tanpa rokok (KTR) merupakan kawasan di larang merokok, menjual, atau mempromosikan produk rokok, baik di sekolah, tempat kerja, tempat ibadah maupun tempat umum lainnya. Nyatanya di lapangan masih ada instansi-instansi yang merokok di wilayah kerja. Meskipun sudah adanya qanun provinsi Nanggroe Aceh Darusslam No 4 tahun 2020 terkait kawasan tanpa rokok namun belum sepenuh nya berjalan dengan lancar.
Dinkes Provinsi Aceh mengatakan dari tahun 2023 seluruh daerah yang ada di provinsi aceh memiliki kawasan tanpa rokok. Wamenkes menekankan pengendalian konsumsi rokok melalui KTR mendesak di lakukan di karenakan prevalensi perokok terus meningkat. Penting nya sinergitas dan kolaborasi antar stakeholder dan provider dalam mencapai tujuan bersama yaitu aceh bebas asap rokok.
Untuk tercapai aceh bebas asap rokok Pemko Banda Aceh membuat inovasi yaitu membuat satgas khusus dan soft Launching aplikasi KTR Monitor yang sudah di terapka 200 titik yang meliputu area KTR. Selain itu The Aceh Institute (AI) sebagai delegasi The Union di Aceh telah mendatangani Mou dengan pemko dalam program Healthy City of Banda Aceh melalui peningkatan pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok.
Masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting terhadap generasi Aceh bebas Asap rokok. Mengingat Aceh merupakan salah satu provinsi yang menerapkan syariat Islam, sudah seharusnya memperkuat lagi qanun tersebut serta kebijakan-kebijakan yang telah di sepakati bersama.

